Sejarah Agama Islam

Sejarah Agama Islam dibagi kepada 3 masa

Masa pra Islam

Pra islam Jazirah Arab saat sebelum kehadiran agama Islam ialah suatu kawasan perlintasan perdagangan dalam Jalan sutra yang menghubungkan antara Indo Eropa dengan kawasan Asia di timur.  Mayoritas orang Arab ialah penyembah berhala serta terdapat sebagian yang ialah pengikut agama- agama Kristen serta Yahudi.

Mekkah merupakan tempat yang suci untuk bangsa Arab kala itu, sebab di situ ada berhala- berhala agama mereka, telaga Zamzam, serta yang terutama merupakan Kabah.  Warga ini diucap pula jahiliyah, maksudnya bodoh, bukan dalam perihal intelegensia tetapi dalam pemikiran moral.  Masyarakat Quraisy merupakan warga yang suka berpuisi, serta menjadikan puisi selaku salah satu hiburan di dikala berkumpul di tempat- tempat ramai.

609- 632: masa kenabian

Islam bermula pada tahun 609 kala wahyu awal diturunkan kepada Muhammad di Gua Hira, 2 mil dari Mekah. 90

Muhammad dilahirkan di Mekkah pada bertepatan pada 12 Rabiul Dini Tahun Gajah( 571). Kala Muhammad berumur 40 tahun, dia mulai memperoleh wahyu yang di informasikan Malaikat Jibril, serta sesudahnya sepanjang sebagian waktu mulai mengarahkan ajaran Islam secara tertutup kepada para teman- temannya. Sehabis 3 tahun menyebarkan Islam secara sembunyi- sembunyi, dia kesimpulannya mengantarkan ajaran Islam secara terbuka kepada segala penduduk Mekah, yang mana sebagian menerima serta sebagian yang lain menentangnya.

Pada tahun 622, Muhammad serta pengikutnya berpindah ke Madinah. Kejadian ini diucap hijrah serta jadi bawah acuan permulaan perhitungan kalender Islam, ialah Kalender Hijriah. Di Madinah, Muhammad bisa menyatukan orang- orang anshar( kalangan muslimin dari Madinah) serta muhajirin( kalangan muslimin dari Mekkah), sehingga umat Islam terus menjadi menguat.

Dalam tiap peperangan yang dicoba melawan orang- orang kafir, umat Islam senantiasa memperoleh kemenangan. Dalam fase dini ini, tidak terhindarkan terbentuknya perang antara Mekkah serta Madinah.

Keunggulan diplomasi nabi Muhammad pada dikala perjanjian Hudaibiyah, menimbulkan umat Islam merambah fase yang sangat memastikan. Banyak penduduk Mekkah yang tadinya jadi musuh setelah itu berputar memeluk Islam, sehingga kala penaklukan kota Mekkah oleh umat Islam tidak terjalin pertumpahan darah. Kala Muhammad meninggal di umur yang ke- 61, nyaris segala Jazirah Arab sudah memeluk Islam.

632- 661: Khalifah Rasyidin

Khalifah Rasyidin ataupun Khulafaur Rasyidin memilki makna pemimpin yang diberi petunjuk, dimulai dengan kepemimpinan Abu Bakar, serta dilanjutkan oleh kepemimpinan Umar bin Khattab, Utsman bin Affan serta Ali bin Abu Thalib. Pada masa ini umat Islam menggapai kestabilan politik serta ekonomi. Abu Bakar menguatkan dasar- dasar kenegaraan umat Islam serta menanggulangi pemberontakan sebagian suku- suku Arab yang terjalin sehabis meninggalnya Muhammad. Umar bin Khattab, Utsman bin Affan serta Ali bin Abu Thalib sukses mengetuai balatentara serta kalangan Muslimin pada biasanya buat mendakwahkan Islam, paling utama ke Syam, Mesir, serta Irak. Dengan takluknya negeri- negeri tersebut, banyak harta rampasan perang serta daerah kekuasaan yang bisa diraih oleh umat Islam.

632- Abad ke- 20: Masa kekhalifahan selanjutnya

Sehabis periode Khalifah Rasyidin, kepemimpinan umat Islam berubah dari tangan ke tangan dengan pemimpinnya yang pula diucap” khalifah”, ataupun kadang- kadang diucap” amirul mukminin”,” sultan”, serta sebagainya. Pada periode ini khalifah tidak lagi didetetapkan bersumber pada orang yang terbaik di golongan umat Islam, melainkan secara turun- temurun dalam satu dinasti( bahasa Arab: bani) sehingga banyak yang menyamakannya dengan kerajaan; misalnya kekhalifahan Bani Umayyah, Bani Abbasiyyah, sampai Bani Utsmaniyyah yang kesemuanya diwariskan bersumber pada generasi.

Besarnya kekuasaan kekhalifahan Islam sudah menjadikannya salah satu kekuatan politik yang terkuat serta terbanyak di dunia pada dikala itu. Munculnya tempat- tempat pendidikan ilmu- ilmu agama, filsafat, sains, serta tata bahasa Arab di bermacam daerah dunia Islam sudah mewujudkan satu kontinuitas kebudayaan Islam yang agung. Banyak ahli- ahli ilmu pengetahuan bermunculan dari bermacam negeri- negeri Islam, terutamanya pada era keemasan Islam dekat abad ke- 7 hingga abad ke- 13 masehi.

Luasnya daerah penyebaran agama Islam serta terpecahnya kekuasaan kekhalifahan yang telah diawali semenjak abad ke- 8, menimbulkan timbulnya bermacam otoritas- otoritas kekuasaan terpisah yang berupa” kesultanan”; misalnya Kesultanan Safawi, Kesultanan Turki Seljuk, Kesultanan Mughal, Kesultanan Samudera Pasai serta Kesultanan Malaka, yang sudah jadi kesultanan- kesultanan yang mempunyai kekuasaan yang kokoh serta populer di dunia. Walaupun mempunyai kekuasaan terpisah, kesultanan- kesultanan tersebut secara nominal masih menghormati serta menyangka diri mereka bagian dari kekhalifahan Islam.

Pada kurun ke- 18 serta ke- 19 masehi, banyak kawasan- kawasan Islam jatuh ke tangan penjajah Eropa. Kesultanan Utsmaniyyah( Kerajaan Ottoman) yang secara nominal dikira selaku kekhalifahan Islam terakhir, kesimpulannya tumbang selepas Perang Dunia I. Kerajaan ottoman pada dikala itu dipandu oleh Sultan Muhammad V. Sebab dikira kurang tegas oleh kalangan pemuda Turki yang di pimpin oleh Mustafa Kemal Pasya ataupun Kemal Atatürk, sistem kerajaan dirombak serta ditukar jadi republik.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.